Info Penting saat ditilang

0 komentar
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?
Sopir (Sop) : Baik Pak.

P : Mas tau kesalahannya apa ?
Sop : Gak Pak.

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.
Sop : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang.

P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
Sop : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian !

P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas).
Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
Sop : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.

P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !
Sop : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?

P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU..
Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini.

P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
Sop : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
Sop : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku ? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah …. hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy.
Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.

P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu).
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.
Sop : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

P 2 : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.
Sop : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.

Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya:
“Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang”.
Saya berkata : “Ya, silakan.”

Sopir taksi pun langsung ke ATM sambil berkata:
“Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang”.

Tambahnya : “Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum”.

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang..

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang.
You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
Form Biru – Anda Terima Kesalahan Anda
Jika anda ditilang di jalan sebenernya ada dua pilihan, form biru dan form merah. Form biru adalah kalo anda terima kesalahan anda (artinya anda gak perlu berdebat sama hakim). Dengan form ini anda bayar dendanya di BRI yg ditunjuk, setelah bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM ato STNK yg disita ke kantor Ditlantas POLDA Metro di Pancoran, gedung baru, sebelum Gelael arah Cawang. Disini ada ruang khusus loket Tilang, ruang tunggu nyaman ber-AC, dengan hiburan Satellite TV.

Form Merah – Tidak Terima Kesalahan
Form merah artinya anda gak terima kesalahan anda, dan dikasih kesempatan untuk berdebat ato minta keringanan ama hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan. Contoh temen saya ditilang di cikokol tangerang, berarti sidang di PN Tangerang, jl aTMP Taruna, disini sidang tilang setiap jumat Nah oleh polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor ke kantor satilantas itu sampai dengan H-1 tanggal sidang. Jadi selama masih di satlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yg gue sebutin tadi, serahin form merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.

Sidang , Denda Sampai Calo
H-1 tgl sidang dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi kudu ditebus di PN masing2. Jika pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera di surat Tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak di sarankan. Kenapa ? karena antriannya luar biasa banyak, kita gak punya kesempatan bertemu hakim, karena sebenarnya sidangnya IN ABSENTIA, dan banyak banget CALO yang nawarin bantuan. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah anda di hari lain, hindari hari sidang tilang biar gak rame, terus langsung tuju Loket khusus Tilang yang ada di masing2 PN. Tunjukin form merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK udah di tangan anda dengan bayar denda resmi.

Jangan Damai, Tilang Jauh Lebih Murah Kok !
Kadang kala jika ditilang sering kali pengendara menjadi panik dan ujung ujungnya malah minta damai. Padahal bila dihitung hitung biaya damay bisa sampe 2-10 kali lipat denda tilang. Jadi sebaiknya ikuti saja prosedur resmi dan bayar denda sesuai tarif yang ditentukan, gak repot kok! Dan yang penting lebih murah !!!*****

Terasi, Indomie, dan sate ayam untuk sahabat…

1 komentar






Terasi, Indomie, dan sate ayam untuk sahabat…

Sebagai orang yang tumbuh di negara “Emerald of Equator” yang telah tumbuh bersama adat istiadat serta budaya Indonesia, begitu juga masakan Indonesia, tanpa kita sadari rasa, aroma, bentuk masakan Indonesia sudah terpatri dalam lidah, hidung, dan memori kita… ketika tinggal di Indonesia saya sendiri merasa bosan dengan masakan Indonesia, “ah bosan ama tempe, ah bosan ama nasigoreng… ah pengen ke KFC ajaah pengen ke Hokben ajaatauwa ke sushi tei..” begitulah pikiran yang ada di kepala saya waktu itu… BOSAN DENGAN MASAKAN INDONESIA

Tapi semua itu berubah, Alhamdulillah saya di beri kesempatan Untuk mengenyam pendidikan di Negeri Gingseng; Korea selatan selama 6 bulan untuk program pertukaran pelajar antara UGM dengan Universitas Kyung hee di Seoul

Seoul end of winter 2009 on February… saya tiba di Seoul ibukota negeri Gingseng Korea Selatan, negerinya para pertapa gunung (mount Hermit), siapa menyangka negara yang mereka sebut Dae Han Min Guk 대한민국 ini begitu bersih, tidak terlalu banyak kendaraan bermotor seperti di indonesia, khususnya sepeda motor, sejauh mata memandang hanya ada kendaraan roda empat, udaranya pun bisa dibilang bersih, pepohonan di pinggir jalan tertata rapi, tak terlihat juga adanya tiang listris serta kabel yang menjuntai, sehingga pohon tetap dibiarkan tumbuh seolah tak takut dipangkas untuk mempertahankan tiang listrik... selain itu pula daerah untuk pejalan kaki bisa dibilang luas mungkin ada selebar 5 meter untuk pejalan kaki dan itupun masih ada pedagang kaki lima yang menjual “tokpokki” (sejenis makanan yang terbuat dari tepung beras lalu dimasak serta disajikan dengan rasa pedas) atau warung “odeng” dan tak lupa kios kios kecil yang menjual “kimbab” 김밥di pinggir jalan, pada malam hari daerah ini menjadi daerah yang sibuk dikarenakan orang yang pulang dari kerja terkadang memilih makan di daerah ini

Di Seoul saya tinggal di Asrama yang di sediakan oleh pihak Universitas, letaknya di daerah Hoegi dekat dengan Hoegi Yog *perjalanan dari Asrama menuju ke Hoegi Yog hanya membutuhkan waktu 20 menit Jalan kaki... pada saat pertama kali datang, Korea menyambut saya dengan hawa dingin minus 10 derajat Celcius... begitu menurut laporan televisi pada saat itu, tak ayal bagai orang yang sudah terbiasa dengan suhu negara katulistiwa yang notabene paling rendah 22 derajat dan paling tinggi 40 derajat celcius, minus 10 derajat terasa amat sangat menusuk Hidung, akibatnya rasa dingin menusuk tulang menghantui saya dan tiap hari tidak bisa lepas dari tissue dikarenakan saya mengalami pendarahan di hidung karena udara dingin... bayangkan saja setiap hari saya harus menempuh 2 KM dari Asrama menuju kelas saat musim dingin, pakai jaket tebel, celana tebel, sarung tangan mirip petinju... tas dan sekotak tissue di tangan... tubuh saya yang “Sintal” ini menjadi lebih mirip Sapi gelonggongan berkat jaket dan baju musim dingin yang tebal tersebut, selain itu pendarahan di hidung saya lebih mendekati tidak normal karena darah terus mengalir, kata orang hidung saya habis kena tonjok.... dan tissue yang berwarna putih itu dengan cepat memerah karena darah...

Uuugh tidak nyaman memang, belum lagi pada malam hari dimana udara semakin menusuk, saya bisa menghabiskan waktu 2 jam di kamar mandi untuk sekedar mandi shower air hangat, dan menyalakan pemanas ruangan di suhu 25 derajat... suhu dingin ternyata juga tidak baik untuk kulit saya, betapa tidak kulit saya menjadi “besisik” kata orang jawa, yaitu timbul sisik sisik yang berupa kulit mati yang akhirnya memutih dan berkelupas... jikalau beruntung kamu bisa menariknya selembar kulit tipis mirip kulit ular, untuk mengindari ini... saya setiap pagi dan sore hari setelah mandi memakaikan lotion ke seluruh tubuh... capek memang

Belum lagi jika dihadapkan dengan makanan, pada awalnya saya pikir akan baik-baik saja dikarenakan makanan korea, memakai Beras sebagai makanan pokoknya, selain itu pula sebagai muslim, tentu tak masalah jika hanya makan sayuran dan memilih menu seafood sebagai sumber proteinnya, apalagi rasa “Kalbi Tang” mirip sekali dengan sup buntut di indonesia, tiap pagi sebelum berangkat ke Kampus saya sering mampir ke “mekjom” sebutan sebuah toko kecil yang menjual makanan di korea, dengan 500 won saya sudah mendapatkan sebuah nasi kepal berisikan daging tuna didalamnya “Camci Samgak kimbab” dengan 1000 won kita sudah dapat 2 biji dan itu cukup mengenyangkan hingga siang hari, lalu siang harinya menu macam bibimbab sering menjadi langganan saya... tentu kita tahu korea terkenal akan Kimchi sayurang yang telah dibumbui dan di fermentasi ini menjadi primadona di korea, seperti orang indonesia yang makan harus pake kerupuk, kimchi pun seperti itu, tapi saya BERSUMPAH tidak akan menyentuh kimchi lagi... dikarenakan ternyata perut saya tidak bisa menolerir kimchi dan berakibat pada “penyakit Toilet Lover” tiap 2 jam sekali...

Euforia akan makanan baru tersebut ternyata hanya bertahan 1 bulan untuk saya, pada akhirnya saya terserang homesick akan makanan indonesia, Tempe Goreng yang nikmat itu terbayang di lidah saya, sambal terasi yang biasa saya nikmati bersama lalapan itu menggelitik otak saya, opor ayam, gulai, gado gado... hingga nasi goreng... huufffh meski korea juga punya masakan Nasi goreng atau lebih di kenal sebagai “Bokkembab” tidak serta merta menghapus rasa kangen saya terhadap rasa nasi goreng indonesia, betapa tidak... nasi goreng korea hanya berbumbukan margarin, garam, dan kecap asin lalu di beri kacang polong... euuuugh~!!!!! Pokoknya kurang bumbu laaaah..... kurang pedes lah... SERBA KEKURANGAN GILAA~!!!!

Untungnya di asrama saya tersedia dapur umum yang bisa di buat memasak, aturannya cukup jelas, setelah masak dapur harus di bersihkan, jangan di kotori...


Di dapur asrama inilah saya mengenal Erina-chan (21) seorang gadis jepang yang belajar linguistik, lalu Tatyana (19) gadis ini berasal dari Rusia, Olya (22) seorang mahasiswi dari kazakstan, Roddick (23) mahasiswa dari China serta, Misumi (22) gadis keturunan korea yang menjadi warga negara jepang...

Pada awalnya saya hanya berbekal bahasa inggris dan bahasa jepang yang fasih, Erina-chan yang berasal dari Kyoto ini fasih berbahasa korea tapi tidak lancar berbahasa Inggris, Tatyana fasih berbahasa Korea dan Inggris, sedangkan Olya dan Roddick hanya bisa berbahasa inggris dan bahasa negara mereka masing masing

Dari kegiatan dapur inilah saya bisa tahu pribadi dan sifat teman teman saya tersebut, termasuk pengetahuan baru bahwa ternyata di kazakstan ada pula keturunan russia, sehingga tak ayal buat Tatyana dan Olya sering memakai Bahasa Rusia, sedangkan terhadap Misumi dan Erina saya lebih sering memakai Bahasa jepang,


Masih teringat seperti kemarin, kala itu saya masuk ke dapur asrama dan melihat Erina sedang memasak “Oyakodon” *masakan ini menurut saya lebih mirip telur orak-arik* seperti orang indonesia pada umumnya, tentu basa-basi jadi andalan untuk meperekat suasana, mulai dari berkenalan hingga Tatyana masuk ke dapur dan saya mengetahui erina tidak begitu lancar berbahasa Inggris sehingga Sistem obrolannya secara billingual, ke tatyana saya berbicara dalam bahasa Inggris, ke erina saya mentransasikan dalam bahasa jepang sedang Tatyana lancar dalam bahasa korea sehingga tidak begitu menjumpai kesulitan untuk berkomunikasi dengan erina

Jaring persahabatan kami berkembang, Tatyana mengenalkan Olya, dan Erina menggenalkan Roddick teman sekelasnya ke kami, dan saya bertemu Misumi saat memasak pada Minggu, dan hampir setiap hari sepertinya dapur menjadi basecamp kami mahasiswa di asrama yang suka memasak, sebenarnya sih bukan kami saja yang menggunakan dapur, tapi kebanyakan siswa lainnya hanya menggunakan dapur dengan praktis, exp mengambil air panas di dapur, membuat kopi, teh dan lain lain yang bisa dibilang cukup sederhana, sehingga oleh para “ajuma” atau bibi bibi penjaga asrama kami sering dibilang geng dapur..

Memasak di dapur asrama menjadi hal yang sering saya lakukan pada sore hari, meski hanya memasak nasi goreng dengan sambal botol abc yang saya beli dari warung halal dekat masjid di ittaewon, itu sudah cukup untuk mengurangi rasa kangen saya terhadap masakan Indonesia, tak jarang pula kami ber-enam saling bertukar dan saling mencicipi masakan negara masing-masing, mereka bilang mereka suka dengan masakan Indonesia yan saya masak, seperti nasi goreng terasi, tumis terong bumbu kecap dan terasi, mie goreng jawa, dan perkedel jagung

Hahaha hampir masakan saya memakai bumbu terasi, terasi atau bahasa inggrisnya “fermented Shrimp block” dan di negeri Jiran terkenal dengan nama Belacan ini punya bau yang khas dan menyengat, meski terasi yang di jual di Pasar Halal di Ittaewon kebanyakan buatan Thailan (kurang enak sih daripada terasi di jawa) tapi cukuplah untuk menghadirkan rasa seperti masakan Indonesia, bagi orang asing, masakan indonesia bisa dibilang DISASTER FOR NOSE *LOL betapa tidak bau terasi yang di hangatkan tentunya menguar hebat sampai seantero lantai 1 tempat dapur berada, dan pernah juga berulang kali saya dimarahi oleh Ajuma tentang bau terasi, tapi ujung ujungnya Ajuma tersebut malah ikut makan dan suka dengan terasi *ngikik kalau Inget pernah dimarahin abis-abisan*

Dari dapur inilah kemudian kami ber-enam menjadi akrab, meski berbeda kelas kami semua memiliki 1 persamaan, suka memasak... dan waktu sudah mencapai 5 bulan semenjak kami berkenalan, di akhir semester spring, ada sebuah acara di Kyung Hee, dimana seluruh pelajar pertukaran tiap negara bergabung dan membentuk team untuk menyajikan masakan negaranya masing-masing, saat itu saya di daulat untuk mengumpulkan mahasiswa Indonesia yang Kuliah di Kyung Hee, tidak sulit memang tapi hanya beberapa yang pandai memasak sehingga kami berembuk untuk membuat makanan yang gampang hingga terpilihlah, Sate Ayam dan Bakso... waktu itu team Indonesia terdiri dari saya, bli putu, Theosa, richo, Putri, Windy, Dahnia, mbak Wardah dan Mbak egga tugas mulai dari beli daging ayam, membuat bumbu. Beli arang, dibagi rata, dan pada hari H, saya bertugas sebagai Pembakar Sate *ternyata ada bakat tukang sate dari darah madura saya* LOL


Meski bau asap sate, meski bau arang... mencium bau sate yang dibakar dan dibumbui dengan bumbu kacang plus kecap manis membuat saya bersemangat, apalagi melihat teman saya yang lain sedang berusaha dengan giat, Roddick yang berada di Meja China tampaknya sedang mengulung adonan yang lebih mirip dengan siomay kalau di Indonesia, Erina dan Misumi sedang Serius memotong bahan sup di meja Jepang, dan tatyana serta Olya sedang sibuk menyiapkan kaldu masakan mereka di Meja rusia... selain Rusia, China, jepang dan Indonesia, masih banyak negara lain yang berpartisipasi, ada pula India, Kirkistan, prancis, Arab, Persia, Vietnam, Laos...

Pada Awalnya kami orang Indonesia tidak yakin bisa menang melawan masakan negara lain, apalagi masakan negara prancis yang terkenal akan kelezatannya, otomatislah kami maju begitu saja dengan hanya Sate Ayam dan bakso pada festival ini Sistem Penilaian berdasar poling dari masing masing kelas, jadi sekitar ada 35 kelas yang menjadi Juri untuk Masakan 12 negara peserta, hasilnya 19 suara berhasil di sabet oleh Indonesia dan membuahkan Hasil sebagai juara satu *alhamdulillah* saat itu semua teman menyalami kami semua, senang rasanya mengharumkan nama Indonesia meski hanya di kontest masak antar mahasiswa Internasional

Sore harinya, masih ada beberapa Sate dan satu Panci bakso saya bawa dari sisa Kontes memasak tadi, begitu Juga dengan Erina, Misumi, Roddick, Tatyana dan Olya, sebagai peserta kami hampir tidak bisa makan masakan kami sendiri, sehingga beberapa makanan yang masih tersisa di bungkus dan di bawa pulang,

Di Common room tempat kami biasa berkumpul, masing-masing dari kami mengeluarkan bekal makanan dan menikmati makanan tadi bersama dalam diam, entah tanpa disadari sudah hampir mendekati masa akhir pertukaran pelajar sudah 5 bulan kami bersama, dan mungkin hanya tinggal beberapa minggu lagi sebelum kami pulang ke negara masing-masing, entah siapa yang memulai, seseorang memecahkan keheningan lalu di lanjutkan dengan derai tangisan, tanpa sadar kami semua menangis, dan diri saya menangis dalam diam sambil mengunyah makanan, baru kali ini saya merasakan rasa masakan yang enak dan bahagia bercampur dengan rasa sedih dan air mata...


Sekarang, masing-masing dari kami sudah pulang ke negaranya, hanya email yang jadi alat penghubung antar kami ber-enam, saat membaca email mereka, Erina-chan selalu bilang kangen akan sambal terasi saya dan kemarahan Ajuma ketika kami menggoreng terasi, Misumi-san cerita bahwa dia menemukan toko yang menjual Indomie di daerahnya, Indomie itu mengingatkan ketika dia dan saya pergi ke Ansan, Roddick: sekarang ia berencana untuk membuka restoran cabang keluarganya, Tatyana : dia akan menggambil S2 di Harvard dan Olya akan segera menikah dengan pacarnya...

-fin-


Rawon, Kluwek dan Batu???

1 komentar
Alkisah, saya yang tengah bertwitter ria ada yang bertanya @__ezy "kalo ada yang nanya rawon itu apa, gw harus bilang apa?" langsung saja pikiran saya wah kangen Juga dengan masakan ini, di rumah saya di Banyuwangi,

Rawon "adalah menu berupa sup daging dengan bumbu khas karena mengandung kluwek" (source http://id.wikipedia.org/wiki/Rawon ) atau sih saya lebih sering menyebutnya dengan East Javanese Black Caserole Beef Soup

euuuh, makanan apa itu, item banget njelimet, bleketrek????

hahahaha, itulah Rawon masakan khas daerah jawa timur, lalu apa yang menjadikan Rawon ini berbeda dengan masakan lainnya???


Jawabannya Kluwak



eeeh??? apa itu? batu? Gila aja ternyata Rawon bumbunya dari Batu??? *ngakak guling-guling,

memang Sepintas Biji Kluwak mirip sekali dengan batu seukuran kepalan tangan, Kluwak (di jawa Indonesia) atau Keluak (orang malaysia menyebutnya demikian) menjadi bumbu masakan untuk Rawon di Indonesia dan Ayam/babi buah keluak di negeri Jiran ini menjadi pelengkap untuk bumbu masakan
Kluwek berasal dari Biji Pohon Kepayang, daging buah pohon kepayang sendiri dirasa memiliki beberapa kandungan racun yang bisa membuat orang merasakan efek mabuk, *mungkin ini juga yang menjadi dasar suatu kalimat di Indonesia yaitu "mabuk kepayang"ternyata Selain pada daging buah kepayang ini di bijinya juga terdapat kandungan hydrocyanic acid, *inilah yang bisa membuat orang mabuk* di jawa, apalagi di jawa timur, sebelum di pasarkan atau di konsumsi, biasanya Kluwak di rebus dulu dalam air untuk menetralisir hydrocyanic acid yang ada di dalam daging Kluwak, setelah dibuka, daging biji Kluwak ini seperti aspal setengah kering atau mirip Opium setengah jadi dengan bau agak menyengat seperti bau tanah becek di hutan.

sebelum di gunakan, biasanya daging Biji Kluwak ini di haluskan hingga berbentuk pasta dan siap di gunakan

bagi yang tinggal di jawa timur, mungkin tak heran bisa menemukan Kluwak dengan mudah, hehheehe tapi bagi temen2 yang hendak mencoba memasak Rawon mungkin alangkah baiknya coba aja Resep *DISINI* ditulis oleh seorang Blogger Indonesia dengan memakai bahasa inggris, cocok lah buat di hadiahkan untuk orang asing


Hormat saya, Rifcy Zulficar
 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design